Upaya Membebaskan Diri Dari Gangguan Emosi dan Fisik Dengan EFT by Iwan PA

Pasti, bagi siapa saja menjaga kesehatan adalah gaya hidup yang sangat penting. 
Entah siapapun kita ganguan kesehatan pasti pernah kita alami. Entah kesehatan jasmani, kesehatan rohani, kesehatan keuangan, dan berbagai macam kesehatan lainya. Semua gangguan itu harus segera kita atasi. Sesaat lagi saya akan membagikan cara terapi kesehatan yang sangat efektif, hemat waktu, dan hemat biaya. Ini sangat menarik.

Pernah suatu ketika teman saya jalan dengan kaki terpincang-pincang, katanya kakinya itu ‘njarem’ akibat badminton dua hari yang lalu. Dia merasa jengkel karena sudah dua hari koq masih saja ‘njarem’.  Saya tawarkan terapi totok 2 jari (EFT), Diapun setuju. Langsung saja saya terapi kaki kananya yang ‘njarem’ itu dan perasaan jengkelnya. Singkat cerita tidak sampai 10 menit saya terapi, kemudian saya suruh jalan dan rasakan apakah ‘njarem’nya masih nempel di kaki kanannya. Ajaib, teman saya ini langsung jalan tanpa hambatan apapun, rasa ‘njarem’ di kaki kanannya sudah lenyap. Ini adalah contoh nyata dari efektifitas terapi EFT.

EFT bekerja pada sistem jalur energi tubuh yang halus. Sebuah jaringan jalur energi yang disebut meridian dalam pengobatan tradisional Cina, yang ada dalam tubuh kita. Jalur ini dapat diakses melalui lokasi tertentu pada tubuh yang disebut titik akupuntur. Akupunktur tradisional menggunakan jarum untuk melepaskan  atau membebaskan energi yang terhambat.  Sedangkan pada EFT, kita hanya perlu menggunakan 2 ujung jari kita.

Dengan seizin Tuhan kita bisa mengatasi secara keseluruhan atau paling tidak meredakan permasalahan fisik misalnya rasa sakit, nyeri, pegal, kembung dan lain sebagainya. Kita juga bisa mengatasi permasalahan yang berkaitan emasional misalnya marah, jengkel, dendam, kecewa, benci, iri dengki dan lain sebagainya.

Terapi EFT dapat kita lakukan dalam lima bagian :

Bagian Satu : Mengenali gejala

Dalam tahap ini kita harus fokus agar bisa mengenali dan menemukan letak rasa sakit.
Mengenali  gejala yang muncul apa ?  -- nyeri atau pegal atau kaku dll --
Lokasinya dimana?   -- pundak sebelah kanan atau pundak sebelah kiri
Intensitas/Skala rasa sakit yang muncul?  -  baik - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 – sakit sekali -

Bagian Dua : Set Up

Sambil menepuk-nepuk karate chop lalu kita mengucapkan pernyataan afirmasi – ucapkan tiga kali sambil terus menepuk karate chop – sisi tepi samping bawah jari kelingking-
contoh kalimat afirmasi :
”Meskipun pundak sebelah kananku terasa nyeri, Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”
“Meskipun kepala sebelah kiriku terasa cenut-cenut, Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”
“Meskipun Aku merasa sedih karena nilai ulangan fisika hari selasa kemarin jelek, Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”
“Meskipun Aku merasa deg-degan mungkin karena takut mengadapi ujian Skripsi besok lusa, Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”

Anda bisa membuat sendiri kalimat afirmasi sesuai kebutuhan. Rumusnya adalah :
“Meskipun (masalahnya apa), Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”
Yang menarik pada tahap ini adalah “tidak peduli percaya atau tidak – lakukan saja”

Bagian Ketiga : Tapping

Gunakanlah dua jari Anda : jari telunjuk dan jari tengah, untuk mengetuk atau menotok titik meridian seperti yang tertera pada gambar di bawah ini. -gambar titik EFT wajah dan badan-

titik tapping EFT
Titik Tapping EFT

Ketuklah masing-masing titik ± 8 kali ketuk
Tidak ada urutan baku titik yang mana dulu yang harus di ketuk, jadi Anda bisa mulai dari mana saja, usahakan ketuk semua titik
Sambil mengetuk masing-masing titik, kita mengucapkan frasa pengingat agar pikiran kita fokus pada permasalahan yang ingin diselesaikan, misal : “pundak sebelah kanan nyeri” atau “kepala sebelah kiri cenut-cenut” atau “aku sedih” atau “aku takut” dan sebagainya.

Bagian Empat : Relaksasi

Ambil nafas yang dalam secara perlahan, tahan sebentar, hembuskan perlahan-lahan sambil menucap syukur kepada Tuhan
Ulangi 3X

Bagian Lima : Evaluasi

Jeda sebentar untuk melihat efek dari rangkaian tapping tadi dan ukur kembali skala rasa sakit. (baik - 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 – sakit sekali) Apakah sudah berkurang ? Kalau sudah berkurang jadi skala berapa? Atau malah rasa sakitnya berpindah tempat?
Jika masih terasa rasa sakitnya maka lakukan langkah pertama sampai keempat, dengan mengubah kalimat afirmasinya dengan menambahkan kata “masih”
Misalnya :
”Meskipun pundak sebelah kananku masih terasa nyeri, Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”
“Meskipun kepala sebelah kiriku masih terasa cenut-cenut, Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”

Contoh Sesi Terapi 1

Pada pertengahan Oktober 2014, ada saudara yang minta diterapi karena kelopak mata sebelah kanannya lengket atau tidak mau membuka secara normal, padahal kalau kelopak mata sebelah kanannya di buka dengan menggunakan bantuan tangan sebenarnya saudara saya ini bisa melihat dengan normal.
Setelah ngobrol beberapa saat berkaitan gejala yang muncul, saya menemukan akar masalahnya, ternyata hanya karena kecewa, ya hanya karena kecewa merasa terabaikan tidak diperhatikan oleh sanak saudara yang lain, keesokan harinya kelopak mata sebelah kanannya tidak bisa dibuka.
Kejadian ini menunjukkan bahwa permasalahan emosi bisa langsung “ngefek” atau mempengaruhi keadaan fisik.   
Tanpa menunggu lama, langsung Beliau saya bimbing untuk melakukan terapi

Tahap satu = mengatasi permasalahan fisik = kelopak mata kanan lengket

Mengenali gejala = kelopak mata sebelah kanan lengket dengan skala 8 (karena benar-benar susah dibuka)
Setup = “meskipun kelopak mata sebelah kanan saya lengket tidak mau dibuka, saya menerima diriku seutuhnya dan apa adanya” dalam tahap ini saya ucapkan kalimat afirmasi dan beliau saya persilahkan mengikuti dan diulang tiga kali.
Tapping = saya totok semua titik mulai dari titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH sambil mengucap frasa pengingat “kelopak mata kananku lengket”. Penotokan saya lakukan sebanyak dua putaran (mulai dari titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH kemudian saya ulangi lagi mulai dari titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH)
dan diakhiri relaksasi = ambil-buang nafas sambil bersyukur sebanyak 3 kali

Tahap dua = mengatasi permasalahan emosi = kecewa karena merasa terabaikan

Mengenali gejala = kecewa karena merasa terabaikan dengan skala 8 (karena benar-benar kecewa)
Setup = “meskipun aku merasa kecewa karena saudaraku tidak mau menjenguk, aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya” saya contohkan kalimat ini dan beliau menirukan, diulang sebanyak tiga kali.
Tapping = saya totok semua titik mulai dari titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH sambil mengucap frasa pengingat “aku merasa kecewa”. Penotokan saya lakukan sebanyak dua putaran (mulai dari titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH kemudian saya ulangi lagi mulai dari titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH)
dan diakhiri relaksasi = ambil-buang nafas sambil bersyukur sebanyak 3 kali

Setelah kedua tahap terapi diatas dijalankan kerabat saya ini merasakan keadaannya lebih baik walaupun kelopak mata sebelah kanannya masih sulit untuk dibuka, skalanya pun turun dari 8 turun ke skala 5.
Kedua tahap terapi tersebut saya ulangi sampai tiga kali pada waktu yang berbeda dengan jarak sekitar satu minggu. Pada terapi kali ketiga saya benar-benar takjub karena keadaanya semakin membaik dan kelopak matanya sudah bisa dibuka dengan mudah tidak lengket lagi

Contoh Sesi Terapi 2

Rahmat yang takut kalau melihat buah durian. Saya juga heran kenapa sama buah durian saja takut , eehh … ternyata melihat gambar buah durian saja juga takut. Wah ‘terlalu…’
“Saya ingin tahu seberapa takut, ketika kamu melihat durian ? Kalau di skala 0 sampai 10, 0 = tidak takut dan 10 = takut sekali , kira-kira berapa skala rasa takut terhadap durian yang kamu rasakan?” Tanya saya.
Rahmat menjawab “Kira-kira 9”. Ketika saya perlihatkan gambar buah durian dia terkejut dan katanya melihat gambar saja rasa takut sudah menghantuinya.
Kemudian langsung saja saya mulai sesi terapi, sambil  mengetuk-ketuk Karate Chop, Rahmat saya minta untuk mengikuti kalimat kalimat setup yang saya ucapkan sebanyak tiga kali.
"Meskipun Aku takut saat melihat buah durian, Aku menerima diriku seutuhnya dan apa adanya”

Kemudian Rahmat saya minta untuk melihat gambar buah durian yang tertempel di dinding, saya mulai proses tapping atau penotokan urut dari titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH.
Penotokan pada masing-masing titik sambil mengucapkan frasa pengingat "Saya merasa takut kalau melihat durian"

Saya ulangi proses penotokan sebayak 3 kali sesuai urutan titik EB, SE, UE, UN, Chin, CB, UA dan TH. Setelah itu saya minta Rahmat untuk menarik dan menghembuskan nafas secara perlahan sebanyak 3 kali sambil mengucapkan syukur “Alhamdulillah”
“Baiklah Rahmat, sekarang coba perhatikan gambar durian itu” pinta saya. Rahmat mengatakan bahwa rasa takutnya sudah mulai berkurang. “Sekarang berapa skala rasa takut Anda?” imbuh saya. Rahmat menjawab “kira-kira 3”
 

Petunjuk Bermanfaat : Dengan mencatat intensitas/skala rasa sakit yang Anda rasakan, Anda akan memiliki keterampilan untuk mengukur kemajuan Anda sebelum dan setelah Anda selesai menjalankan prosedur terapi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel