Mencangkok Tanaman Klengkeng

Tanaman klengkeng merupakan tanaman favorit saya karena daunnya yang lebat dan rindang bisa menambah pemandangan halaman rumah menjadi asri dan cuantik. Apalagi saat musim klengkeng telah tiba maka itulah  saat yang dinantikan. Kita tinggal memetik dari ranting, buah klengkeng yang sudah terlihat masak bewarna kecoklatan, besarnya buah memang bervariasi, rata rata sebesar kelereng. Saat dikupas kulitnya tipis daging bewarna putih bening tebal dan biji kecil. Rasanya manis bikin ketagihan. Mau coba lagi dan lagi.

tanaman klengkeng
Tanaman Klengkeng  -bibitbuahku.com
Tanaman klengkeng membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk pertumbuhannya. Selain itu menurut saya tanaman ini tahan serangan hama, bahkan mungkin tidak bakalan kena. Kebetulan dihalaman rumah di sebelah tanaman kelengkeng ada tanaman mangga yang daunya terserang hama putih yang lengket di daun pohon mangga.

buah klengkeng
Buah Klengkeng -pixabay.com
Karena beberapa keunggulan tanaman klengkeng tersebut  tidak salah kalau kita mencoba mencangkoknya. Salah satu cara mendapatkan anakan tanaman klengkeng agar didapatkan sifat-sifat yang sama dengan induknya adalah dengan cara vegetatif  pada kesempatan ini saya menggunakan teknik cangkok. Namun teknik ini memiliki kekurangan yaitu berakar serabut dimana saat tanaman sudah besar bisa dimungkinkan rubuh bisa karena terjangan angin atau yang lain.

Cara mencangkok tanaman memang tergolong mudah dan alat yang diperlukan cukup sederhana, saya hanya menggunakan spon bekas/plastik bening, pisau dan tali rafia. Sebelum cangkok tanaman klengkeng dilakukan maka pilihlah tanaman induk yang berkualitas dari segi rasa buah yang dihasilkan dan jumlah buah yang mungkin bisa diproduksi.


Cara Mencangkok Tanaman Klengkeng :

1. Persiapkan peralatan misalanya : pisau, spon bekas, tali rafia



2. Memilih tanaman klengkeng yang memiliki sifat bagus



3. Pada tanaman klengkeng tersebut, silahkan pilih ranting yang lurus

4. Degan menggunakan pisau keratlah bagian kulit ranting (kambium) secara melingkar panjangnya sekitar 4-5 cm



5. Setelah dikerat tunggu satu sampai dua hari agar bagian yang dikerat mengering



6. Setelah bagian yang dikerat kering maka pasang spon tipis dan tambahkan sedikit tanah 



7. Ikat ujung spon atas dan ujung bawah



8. Siramlah bagian spon agar kelembapan terjaga


Itu adalah cara yang saya lakukan, ada cara yang biasa dilakukan yaitu : menggunakan media tanah dan plastik sebagai pembungkus bagian kambium yang dikelupas. Dengan cara ini maka saat akar hasil cangkok mulai keluar akan kelihatan dan kita tinggal menunggu akar-akar cangkokan itu memenuhi media pembungkus cangkok.

Selanjutnya kita tinggal menunggu hasil cangkokan berhasil ataukah belum berhasil, tandanya yaitu jika sudah muncul akar pada bagian bawah ranting. Jika akar tidak keluar ini kemungkinan saat pengeringan kambium kurang sempurna. Kita bisa mencoba kembali,  melakukan pengeratan dan pastikan kali ini pengeringan bagian yang di kerat kering dengan sempurna. Selamat mencoba.

Happy Gardening.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel